Menurut dia, penguatan ekonomi keluarga melalui KUA dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya menangani berbagai persoalan sosial.

“Capaian 236 titik pemberdayaan ekonomi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperluas manfaat program. Dukungan berasal dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, lembaga zakat, pemerintah daerah, dan mitra pemberdayaan,” kata Waryono.

Ia mengatakan kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem zakat dan wakaf nasional. Dalam Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026, Kemenag mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan membuka peluang kerja sama baru.