Kombes Pol Putu Yuni mengatakan tawuran berawal dari provokasi dari beberapa kelompok muda yang menggunakan petasan. Menurut dia, sempat terjadi kericuhan namun respons cepat polisi membubarkan massa sehingga tawuran berhasil dibubarkan.
Kapolres mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pasca-kejadian, pihak kepolisian bersama instansi terkait merumuskan persoalan tersebut untuk mencegah kejadian berulang.
"Saat ini juga tengah dilaksanakan tindak lanjut dari kegiatan ini. Sehingga, kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi kejadian-kejadian seperti ini," ucapnya.
Soal pemicu tawuran ini juga disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurut Pramono, pemicu tawuran tersebut adalah karena adanya provokasi saling lempar tawuran hingga terjadinya aksi pembakaran.
"Yang pertama untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda, kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya, sehingga kemudian terjadi tawuran," ujar Pram.
Menyoroti aksi tawuran yang berulang, Gubernur Pramono Anung mengatakan pihaknya menyiapkan langkah-langkah sebagai upaya pencegahan. Pemprov DKI bersmaa jajaran TNI, kepolisian, dan pemuda setempat sepakat membentuk posko bersama.
"Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama," kata Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).
"Saya menyetujui untuk itu, dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu," sambungnya.
Pramono menyebut aparat kepolisian, TNI, dan Wali Kota Jakarta Selatan langsung turun ke lapangan saat tawuran terjadi. Dia juga mengaku berkoordinasi dengan Wali Kota untuk menangani kejadian tersebut.