Satgas PRR merekomendasikan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama kontraktor mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan kesiapan PSU dan penerima manfaat. Dengan demikian, penyelesaian pembangunan tidak hanya berfokus pada bangunan rumah, tetapi juga kesiapan kawasan untuk mendukung kehidupan sehari-hari penghuninya.
Sejalan dengan pemulihan hunian, tim meninjau rehabilitasi Bendung Gunung Nago dan jaringan irigasi yang rusak akibat banjir November 2025. Bencana di kawasan tersebut juga berdampak pada 26 rumah, satu jembatan, dan jalan sepanjang 390 meter.
Rehabilitasi dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dengan target penyelesaian pada 2028. Mengingat kebutuhan masyarakat tidak dapat menunggu seluruh pekerjaan selesai, Satgas PRR mendorong penanganan mendesak diprioritaskan untuk memulihkan fungsi irigasi dan mengurangi risiko banjir.