NADIKABAR.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi di Blok Masela, Maluku, mulai beroperasi paling lambat akhir 2030.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, target tersebut didukung penyelesaian tahap desain awal rekayasa atau Front-End Engineering Design (FEED) pada Oktober 2026, tiga bulan lebih cepat dari jadwal semula.
"Mudah-mudahan FID (Final Investment Decision) segera, atau paling telat kalau bisa akhir Januari 2027," kata Djoko dalam seremoni penyelesaian FEED proyek LNG Abadi Masela di Jakarta, Selasa.
FEED merupakan tahap perancangan teknik yang mencakup penyusunan dasar desain, spesifikasi, serta kebutuhan teknis proyek. Hasil pekerjaan tersebut menjadi acuan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan pembangunan fasilitas LNG Abadi Masela.