Menurut Djoko, setelah FEED selesai, proyek senilai sekitar 22 miliar dolar AS itu perlu memenuhi sejumlah persyaratan untuk mencapai keputusan investasi akhir, termasuk penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan penyelesaian pengadaan barang dan jasa.
"PJBG selain FID adalah syarat utama konsorsium Inpex menyetujui FID. Ada satu lagi pengadaan barang dan jasa. Mudah-mudahan bisa ikut cepat. Produksi gas mulai secepatnya kalau bisa 2029, bagus, 2030 paling telat akhir tahun 2030," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Inpex Masela Ltd. Kenji Hasegawa mengatakan penyelesaian FEED mencakup perancangan fasilitas onshore LNG dan floating production storage and offloading (FPSO). Kemudian subsea umbilicals, risers and llowlines (SURF) serta gas export pipeline (GEP).
Ia mengatakan, penyelesaian FEED menjadi landasan bagi proyek untuk melanjutkan persiapan menuju tahap rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (engineering, procurement, construction, and installation/EPCI), serta mencapai FID.