Setelah rampung, fasilitas ini akan dipakai untuk melakukan demonstrasi pembangkit listrik fusi deuterium-tritium yang akan dilakukan sekitar tahun 2030. Eksperimen ini akan mereplikasi prinsip matahari bersinar dan menghasilkan panas di Bumi, dan memverifikasi kelayakan pembangkitan listrik komersial melalui fusi nuklir terkontrol.

Kemajuan China dalam pengembangan fusi nuklir komersial bergerak cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, proyek matahari buatan ini berhasil mempertahankan suhu plasma hingga 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik, yang tercatat sebagai rekor dunia baru.

Tidak hanya itu, fasilitas Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) juga telah berulang kali mencetak rekor dunia. Pada 28 Juni, tim peneliti mengatakan pengembangan dan pengujian parameter penuh terhadap dua magnet superkonduktor utama untuk reaktor fusi EAST telah berhasil diselesaikan.