Proyek Vanda Solar & Battery mengusung kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 2 GWp dan sistem penyimpanan energi baterai 4,4 GWh menjadikannya salah satu proyek energi surya terbesar di Asia Tenggara.
Proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi berlipat bagi daerah, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterlibatan pelaku usaha lokal, serta penguatan ekosistem industri hijau.
Pemerintah Indonesia dan Singapura sebelumnya telah menyepakati kerja sama pengembangan energi bersih di kawasan, dengan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) diposisikan sebagai pusat industri berteknologi tinggi yang ditopang oleh pasokan energi ramah lingkungan.
Sementara itu, Vanda RE merupakan perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki Gurin Energy, pengembang energi terbarukan berbasis Singapura yang memiliki portofolio proyek tenaga surya, angin, dan sistem penyimpanan energi di sejumlah negara Asia.