NADIKABAR.COM — Memasuki usia lanjut tidak selalu berarti seseorang akan kehilangan kebahagiaan. Penelitian menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan berperan dalam membantu seseorang mempertahankan kesejahteraan emosional meskipun menghadapi perubahan fisik dan kemampuan seiring bertambahnya usia.
Profesor Emerita bidang Psychological and Brain Sciences di University of Massachusetts Amherst Susan Krauss Whitbourne, Ph.D., ABPP, melalui laman Psychology Today pada Minggu, menjelaskan bahwa kebahagiaan pada usia lanjut berkaitan dengan cara seseorang memandang perubahan dalam kehidupannya.
Menurut dia, seseorang cenderung merasa lebih bahagia ketika mampu melihat pengalaman dan hal-hal positif yang diperoleh seiring bertambahnya usia, alih-alih hanya berfokus pada kehilangan atau keterbatasan.
Penjelasan tersebut merujuk pada penelitian Maria Wirth dan koleganya dari Friedrich Schiller University Jena pada 2026 yang mengamati hubungan antara perubahan terkait usia, persepsi kendali diri, dan kebahagiaan.
Penelitian tersebut melibatkan 268 orang dewasa berusia rata-rata 65 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner harian selama dua pekan untuk mengukur pengalaman mengenai keuntungan dan kerugian akibat pertambahan usia, perasaan memiliki kendali atas kehidupan, serta tingkat kebahagiaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan berpengaruh terhadap hubungan antara perubahan terkait usia dan kebahagiaan. Ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali, pengalaman kehilangan atau keterbatasan cenderung memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan emosional.
Whitbourne menjelaskan bahwa perasaan memiliki kendali dapat membantu seseorang mengambil langkah untuk menghadapi perubahan yang dialami. Misalnya, ketika mengalami nyeri pada persendian, seseorang dapat mencoba peregangan atau yoga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Sebaliknya, ketika seseorang merasa tidak mampu mengubah keadaan, motivasi untuk melakukan sesuatu dapat menurun. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang semakin sulit beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Dia juga mengingatkan bahwa anggapan negatif mengenai proses penuaan dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Stereotip bahwa bertambahnya usia selalu berarti penurunan kemampuan dapat membuat seseorang kehilangan motivasi dan merasa tidak berdaya.
Karena itu, mempertahankan rasa kendali atas kehidupan dan tetap berupaya melakukan hal-hal yang dapat dikelola menjadi salah satu cara untuk menjaga kebahagiaan seiring bertambahnya usia.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah