NADIKABAR.COM — Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi menyampaikan bahwa anak yang ditinggal sendirian tanpa pengawasan dari orang dewasa bisa merasa ketakutan dan kehilangan rasa aman.
"Terbangun sendirian di tempat asing bisa terasa sangat menakutkan, karena anak belum mampu memahami situasi dan menenangkan dirinya seperti orang dewasa," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu saat dihubungi ANTARA pada Senin.
Menurut dia, pengalaman ditinggal sendirian tanpa pengawasan dari orang dewasa dapat berpengaruh pada perilaku anak selanjutnya. Sebagian anak bisa menjadi lebih lekat dengan orang tua, susah tidur, atau takut berpisah.
Namun, Vera menekankan bahwa tidak setiap kejadian otomatis menimbulkan trauma berkepanjangan. Dampaknya bergantung pada situasi yang dialami, usia anak, serta respons pengasuh setelah kejadian.
Psikolog anak dan remaja Sani Budiantini Hermawan, S.Psi mengatakan bahwa dampak meninggalkan anak tanpa pengawasan dipengaruhi oleh faktor usia dan tingkat kematangan anak.
Lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, anak yang tiba-tiba ditinggal tanpa pengawasan dapat merasa bingung, khawatir, takut, atau panik.
"Dampak ke depannya bisa membuat anak menjadi tidak percaya atau membangun rasa tidak aman kepada orang dewasa, yang justru membuat anak malah menjadi terlalu lekat kepada orang dewasa di sekitarnya," katanya kepada NadiKabar pada Senin.
Kondisi yang demikian, menurut dia, bisa membuat anak menjadi enggan berpisah dari orang dewasa, terus ingin berada di dekat pengasuh, atau marah saat ditinggalkan.
Vera mengemukakan pentingnya orang tua membantu anak menenangkan diri agar bisa kembali merasa aman setelah mengalami peristiwa yang menakutkan.
Selain itu, menurut dia, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku yang menetap atau mengganggu keseharian anak setelah anak ditinggal tanpa pengawasan.
Orang tua disarankan meminta bantuan psikolog untuk memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak kalau mendapati anak mengalami perubahan perilaku yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada Rabu (14/10), seorang anak berusia tiga tahun meninggal setelah terjatuh dari balkon kamar di lantai lima sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur.
Menurut keterangan polisi, kecelakaan itu terjadi ketika orang tua anak tersebut sedang sarapan di restoran hotel.
Selain itu, belakangan beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang anak menangis di dalam tenda di lingkungan Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah, karena ditinggal orang tuanya melanjutkan perjalanan ke puncak gunung.