NADIKABAR.COM — Perilaku seperti menyembunyikan percakapan dengan orang lain, rutin mengirim pesan bernada menggoda, atau memberi perhatian berlebihan kepada seseorang di media sosial dapat memicu persoalan kepercayaan dalam hubungan romantis.
Psikolog Mark Travers, Ph.D., dalam Psychology Today, Senin (19/10) waktu setempat, menjelaskan perilaku tersebut sebagai micro-cheating, yakni tindakan yang membuat pasangan mempertanyakan komitmen emosional atau fisik pasangannya.
Istilah tersebut merujuk pada perilaku yang belum tentu termasuk perselingkuhan secara fisik, tetapi dapat menimbulkan perasaan dikhianati, terutama ketika dilakukan secara diam-diam.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang berulang kali menemukan informasi yang sebelumnya disembunyikan pasangannya, misalnya kebiasaan makan siang bersama rekan kerja yang dianggap menarik atau komunikasi intens dengan orang lain yang tidak pernah diceritakan.
Situasi seperti itu dapat menimbulkan kebingungan karena perilakunya mungkin dianggap biasa oleh satu pihak, tetapi terasa melanggar kepercayaan bagi pihak lainnya.
Travers menyarankan agar seseorang tidak langsung mengambil kesimpulan ketika menemukan informasi yang mengejutkan. Ia menganjurkan untuk mempertimbangkan seberapa penting informasi tersebut, apakah pasangan pernah memberikan alasan untuk meragukan kesetiaannya, serta apakah kedua pihak memiliki kebiasaan menyembunyikan hal serupa.
Setelah menenangkan diri, persoalan tersebut dapat dibicarakan secara terbuka. Percakapan sebaiknya dimulai dengan rasa ingin tahu dan keinginan memahami situasi, bukan tuduhan yang berisiko memperburuk konflik.
Sementara itu, psikolog Giulia Zoppolat, yang dikutip dalam laman tersebut, menjelaskan bahwa ketertarikan kepada orang lain dapat terjadi meskipun seseorang sedang menjalin hubungan. Perasaan itu tidak serta-merta berarti hubungan sedang terancam.
Namun, ketika ketertarikan tersebut disertai keinginan kuat untuk merahasiakan interaksi atau perilaku yang bertentangan dengan kesepakatan pasangan, situasinya perlu dibicarakan.
Travers menekankan bahwa setiap hubungan memiliki batasan yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan kesepakatan bersama menjadi penting untuk menjaga kepercayaan serta menentukan perilaku yang dapat diterima oleh kedua pihak.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah