NADIKABAR.COM β Ketakutan dianggap sebagai orang yang cerewet, mengganggu, atau pembuat masalah dapat membuat seseorang enggan menyampaikan pendapat dan kebutuhan dalam hubungan sosial.
Hal tersebut disampaikan psikoterapis Mark OβConnell, LCSW-R, dalam laman Psychology Today pada Sabtu (31/10). Ia menjelaskan bahwa ketakutan itu kerap membuat seseorang memilih diam demi menjaga hubungan dengan orang lain.
Menurut OβConnell, seseorang sering kali membayangkan berbagai kemungkinan buruk sebelum menyampaikan keberatan. Mereka khawatir membuat orang lain tersinggung, dianggap berlebihan, atau tidak lagi diterima dalam kelompok sosial.
Akibatnya, seseorang dapat mengecilkan kebutuhan pribadinya atau menyampaikan pendapat dengan nada meminta maaf. Padahal, sikap tersebut berisiko membuat persoalan yang sebenarnya perlu dibicarakan justru tidak terselesaikan.