NADIKABAR.COM — PSIM Jogja memilih 'ngetem' di Surabaya usai menghadapi Persebaya. Laskar Mataram tidak langsung pulang ke Jogja dan memilih menetap sekaligus berlatih di Surabaya sebelum bertandang ke markas Madura United.
"Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup," ujar Manajer PSIM, Iksan Mahar dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Selasa (15/9/2026).
Diketahui, PSIM baru saja menjalani laga tandang melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (13/9). Selanjutnya, PSIM akan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9) mendatang.
Menurut Iksan, jika tim kembali ke Jogja setelah menghadapi Persebaya, pemain nantinya harus kembali menempuh perjalanan menuju Pamekasan. Kondisi itu dikhawatirkan menambah beban fisik pemain.
"Jika tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa," kata dia.
Selain pertimbangan kebugaran, Iksan menyebut menetap di Surabaya juga dinilai lebih efisien. Jarak Surabaya menuju Pamekasan relatif lebih dekat sehingga PSIM memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan persiapan sebelum pertandingan.
"Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik (recovery), pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik," jelasnya.
Iksan berharap strategi menetap di Surabaya bisa membuat skuad PSIM tiba di Pamekasan dalam kondisi optimal. Apalagi PSIM sempat kalah dari Persebaya pada pekan lalu, sementara Madura United sedang berada dalam tren positif setelah meraih dua kemenangan dari dua laga awal musim.
"Kami ingin memastikan skuad dalam kondisi bugar seratus persen dan siap bertanding pada Jumat mendatang untuk meraih poin maksimal," tutupnya.