Ketika ditanya mengenai pekan tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimulai pada Senin (21/9) waktu setempat, Trump mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan pendekatan secara diplomatik.

Dia bahkan menyebut "kemungkinan terbuka" untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang akan menghadiri langsung Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 akan digelar pada 18-28 September di markas besar PBB yang ada di New York AS, dengan agenda utama Debat Umum berlangsung pada 22-28 September.

Pemerintahan Trump mengizinkan delegasi Iran, termasuk Pezeshkian, untuk menghadiri forum dunia tersebut, namun dengan adanya pembatasan pergerakan dan larangan berbelanja selama berada di New York.

Iran melontarkan peringatan terbaru terhadap Amerika Serikat (AS) jika melanjutkan operasi militer terhadap Teheran. Iran menegaskan bahwa setiap serangan AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di kawasan Timur Tengah.

Peringatan itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Senin (21/9), disampaikan setelah Angkatan Bersenjata Iran menerima informasi terbaru soal AS sedang bersiap untuk melanjutkan operasi tempur.

"Setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS," demikian bunyi peringatan yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang menjadi pusat komando seluruh angkatan bersenjata Iran, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi yang mengindikasikan AS telah memutuskan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

"Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.