NADIKABAR.COM β PT PAL Indonesia (Persero) menangani pemeliharaan dan perbaikan dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga kesiapan armada TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjalankan tugas operasional sekaligus memperkuat kemampuan industri pertahanan maritim nasional.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan pemeliharaan terencana diperlukan untuk mempertahankan keandalan kapal perang sehingga aset pertahanan tersebut dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan standar teknis yang ditetapkan.
βPemeliharaan kapal harus memastikan kondisi fisik, mesin, dan sistem pendukung tetap berfungsi sesuai standar teknis. Melalui pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang tepat, keandalan kapal dapat dipertahankan untuk mendukung kebutuhan operasional,β katanya di Surabaya, Jumat.
Sebanyak dua kapal yang menjalani pemeliharaan dan perbaikan atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) tersebut, adalah KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361 dengan lingkup pekerjaan disesuaikan berdasarkan kondisi teknis masing-masing kapal.
Pada KRI Oswald Siahaan-354, pekerjaan mencakup pemeliharaan dan perbaikan badan kapal, terutama bagian bawah garis air, sedangkan KRI Fatahillah-361 menjalani docking rutin, perawatan bagian bawah garis air, serta perbaikan sistem bantu kapal.
Rosa menjelaskan pekerjaan MRO membutuhkan pemeriksaan terhadap kondisi aktual kapal untuk menentukan tindakan perbaikan yang tepat, sehingga setiap komponen dan sistem pendukung dapat berfungsi sesuai persyaratan teknis.
Menurut dia, kemampuan merawat dan memperbaiki kapal di dalam negeri menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan penggunaan aset pertahanan sekaligus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia dan industri maritim nasional.
Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, kata Rosa, PT PAL terus mengembangkan kemampuan MRO untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan kapal perang maupun kapal komersial, sehingga dukungan teknis terhadap armada dapat dilakukan melalui kapasitas industri dalam negeri.
Pentingnya keandalan kapal juga terlihat pada penugasan KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menjalankan kunjungan pelabuhan di kawasan Pasifik pada 14 September hingga 12 November 2026, yang memerlukan kesiapan kapal dan sistem pendukung untuk menunjang pelayaran lintas kawasan.
βBagi kami, kemampuan merawat dan memperbaiki kapal di dalam negeri sangat penting. Dengan begitu, kesiapan armada tetap terjaga dan kemampuan industri maritim nasional juga terus berkembang,β kata Rosa.