Denaldy mengatakan peningkatan produktivitas tebu dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Ia mencontohkan, tambahan produksi gula sebesar satu ton per hektare berpotensi meningkatkan pendapatan petani hingga hampir Rp11 juta per hektare.
Selain melalui kemitraan di sektor gula, PTPN juga menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit milik petani. Denaldy menyebut luas kebun yang telah masuk dalam program tersebut mencapai sekitar 62 ribu hektare, dengan target peningkatan hingga sekitar 110 ribu hektare pada periode berikutnya.
"Kita juga punya program khusus di kelapa sawit namanya Peremajaan Sawit Rakyat yang saat ini sudah ada 62 ribu dan kita memiliki target sampai tahun berikutnya di sekitar 110 ribu," ujarnya.
Di sektor tebu, PTPN juga mengembangkan ekosistem digital melalui platform Etera. Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan petani dengan akses bibit, pembiayaan perbankan, serta pasar sehingga kebutuhan produksi dan pemasaran hasil panen dapat terintegrasi.
Denaldy mengatakan dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga perlu mencakup akses terhadap pembiayaan dan kepastian pasar. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan dapat menjalankan usaha perkebunan secara lebih produktif dan memperoleh hasil yang lebih baik.