“Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Desa Mappesangka hari ini menjadi dorongan moral sekaligus penegasan atas sinergi strategis BUMN dan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya pemenuhan protein hewani masyarakat,” ucap Rivai.
Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi BUMN, PTPN I (Persero), PTPN III (Persero), ID FOOD, PT Berdikari, serta sejumlah pihak terkait.
Menurut Rivai melalui skema kerja sama operasi (KSO), pihaknya berkolaborasi dengan dua mitra strategis dalam pengembangan HAT. Bersama PT Berdikari, PTPN I menyiapkan pemanfaatan lahan seluas 22 hektare dengan jangka waktu kerja sama 30 tahun, dengan usulan tahap awal seluas 15 hektare.
“Kolaborasi ini dirancang dari hulu ke hilir guna menciptakan rantai pasok unggas yang efisien, berdaya saing tinggi, dan memberi nilai tambah maksimal bagi perekonomian daerah,” tutur Rivai.
Perusahaan tersebut juga memastikan pemanfaatan aset untuk pengembangan HAT dilakukan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan tata ruang.
Tahapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah diselesaikan. PTPN I memastikan lokasi pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold storage tidak berada pada kawasan yang tumpang tindih dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Rivai mengatakan, areal Kebun Camming yang digunakan untuk pengembangan proyek tersebut telah dipastikan sebagai lahan produktif dan tidak berada dalam konflik maupun okupasi pihak lain.