NADIKABAR.COM — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat mitigasi darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memaksimalkan sistem peringatan dini, menyiagakan ratusan peralatan, serta memperketat pengawasan wilayah operasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan mengintegrasikan sistem deteksi dini melalui aplikasi Early Warning System (EWS) Karhutla yang memantau data titik panas secara real-time dan terhubung dengan GeoPalm Dashboard di pusat untuk mempercepat respons penanganan di lapangan.

"Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” kata Jatmiko dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Fenomena El Nino dan kemarau panjang kembali memicu eskalasi karhutla di sejumlah provinsi di Indonesia, yang kini menjadi sorotan publik di tingkat nasional maupun internasional.

Di tengah rentetan titik panas yang mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan, PTPN IV PalmCo terus mengintensifkan penjagaan ketat dan memperkuat komitmen zero burning guna menekan sekecil mungkin risiko kemunculan api di wilayah operasional perusahaan.

Implementasi kebijakan zero burning (nol pembakaran) yang telah menjadi pedoman operasional perusahaan selama puluhan tahun ini ditopang secara konsisten oleh penerapan teknologi pemantauan terintegrasi, serta kesiagaan instrumen mitigasi secara penuh di lapangan.

"Langkah antisipasi berlapis diterapkan secara ketat oleh PTPN IV PalmCo, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan area rentan karhutla," ujarnya.