Lebih lanjut, Jatmiko menekankan penanganan karhutla oleh pihaknya tidak hanya dilandasi motif mengamankan aset perkebunan. Eskalasi kabut asap yang pekat turut berdampak langsung pada keseharian para pekerja.

β€œKaryawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap. Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh," tuturnya.

Melalui optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikolaborasikan bersama inisiatif donasi swadaya karyawan, kata Jatmiko, pihaknya turun langsung mendistribusikan bantuan untuk warga.

Sejauh ini, PTPN IV PalmCo telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, guna menyiasati krisis air akibat kemarau.

Selain itu, 1 juta lembar masker turut disalurkan, dengan fokus utama pembagian di sekolah-sekolah untuk menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak.

Ke depan, tambah Jatmiko, pihaknya akan terus menyiagakan seluruh elemen pencegahan karhutla, sembari mendorong edukasi pembukaan lahan tanpa bakar di tingkat tapak agar masyarakat sekitar terhindar dari potensi bencana serupa di tahun-tahun mendatang.