Saat ini, khusus di Regional 3 (Riau) dan Regional 5 (Kalimantan) yang terdampak kabut asap paling signifikan, perusahaan tersebut telah menyiagakan alat kelengkapan individu sebanyak 594 unit, kelengkapan regu 48 unit, serta peralatan tangan sebanyak 155 unit.
Di samping itu, armada di lapangan juga diperkuat dengan 80 unit pompa air beserta kelengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit infrastruktur deteksi dini cuaca yang beroperasi penuh memantau pergerakan titik panas.
Dia menjelaskan infrastruktur di lapangan tersebut terhubung langsung dengan sistem pemantauan digital perusahaan.
Selain pendekatan teknologi, perusahaan melakukan penyesuaian strategi di lapangan.
Jatmiko menyebutkan, manajemen memaksimalkan mobilisasi tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang telah bersertifikasi atau berkompeten.
"Kami menerjunkan lebih banyak personel terlatih. Armada transportasi darat yang biasa digunakan untuk operasional kebun juga kami konversi menjadi alat bantu pemadaman," kata dia.
Seluruh pergerakan itu dikoordinasikan secara intensif dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait.