Pengembangan tahap awal akan diarahkan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi utama peningkatan produksi. Setelah ketersediaan benih semakin kuat, pengembangan selanjutnya akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional.

PTPN Group juga berkomitmen membantu menjawab berbagai kendala implementasi di lapangan, termasuk kebutuhan lahan yang sesuai. PTPN menyatakan siap menggandeng pemerintah untuk mencarikan lahan.

"Kalau persoalannya lahan yang sesuai, kami bersama pemerintah akan membantu mencarikan. Areal yang sudah siap akan segera kita kerjakan, sementara areal yang masih dikelola masyarakat akan kita dorong melalui pola kemitraan. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem dan ikut menikmati manfaat ekonominya," lanjut Denaldy.

Regional Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menyampaikan bahwa kawasan pengembangan bawang putih di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten dan akan dilaksanakan dengan melibatkan mitra usaha, masyarakat, kelompok tani, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari sekitar 10,8 ton kering per hektare pada tahun awal menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.