Puan juga mengingatkan demokrasi tidak boleh berhenti pada hak rakyat untuk memilih dan dipilih.

"Hakikat demokrasi adalah mewujudkan aspirasi yang terkandung dalam suara rakyat: kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera," terang Puan. "Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan demokrasi politik berjalan seiring dengan demokrasi ekonomi, sehingga kedaulatan rakyat benar-benar bermuara pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat," sambungnya.

Adapun THC didirikan oleh Prof BJ Habibie dan keluarga pada 10 November 1999 dengan visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang modern dan demokratis secara kultural dan struktural, yang didasarkan pada nilai-nilai moralitas dan integritas budaya dan agama.

Sementara HDF adalah program unggulan THC yang menjadi ruang dialog inklusif untuk mempromosikan, merawat dan memperkuat nilai nilai demokrasi di Indonesia. Dengan melibatkan partai politik, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, praktisi, akademisi, media, pengusaha (pihak swasta), serta kelompok pemuda dan perempuan, forum ini menjadi wadah advokasi kolektif guna memperkuat ekosistem demokrasi Indonesia.

Saat menyampaikan sambutan, Ketua Dewan Pembina THC Ilham Akbar Habibie menyinggung mengenai peran Puan beserta keluarga Soekarno dalam alam demokrasi Indonesia.

"Mbak Puan dan keluarganya sebagai guarantor, penjaga demokrasi kita. Karena itulah kami menghadirkan beliau untuk mendengarkan pandangan-pandangannya," ungkap Ilham.

Sebagai informasi, dalam acara ini Puan juga tampak duduk satu meja bersama Ilham Habibie, Dewi Fortuna Anwar, Wardiman Djojonegoro, Jan Senkyr, dan Nadia Habibie.

HDF 2026 menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara atau panelis dari perwakilan pemerintah, swasta, kalangan internasional, kelompok perempuan, hingga jurnalis. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, serta Country Director Meta Indonesia Pieter Lydian.