"Target 6% dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar kue ekonomi. Dengan skala ekonomi lebih besar, kita harapkan mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dari aktivitas produksi dan konsumsi," kata Said, dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
"Tantangannya memang tidak mudah, strategi yang telah dan akan diteruskan oleh Pemerintah adalah memperbesar nilai tambah ekspor dan investasi," lanjutnya.
Said pun mengungkap Banggar DPR bersama Pemerintah juga bersepakat untuk memperbaiki iklim investasi, dengan strategi penataan ease of doing business secara lebih progresif dan terukur.
"Sebab tidak mungkin mengandalkan pertumbuhan ekonomi 6% hanya dengan kekuatan APBN, itulah sebabnya penting melibatkan peran swasta dalam pembangunan," terang Said.