Pendaftaran diperlukan untuk mendata pengunjung sekaligus menjaga kualitas dan infrastruktur kompleks Balai Kota yang merupakan bangunan bersejarah. Program ini direncanakan berlangsung setiap dua pekan sekali sepanjang 2026, dengan pelaksanaan berikutnya dievaluasi berdasarkan kekurangan yang ditemukan.
Selain tur gedung, Namu Balai Kota menghadirkan kegiatan edukasi bagi anak-anak melalui program Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Anak-anak dapat mencoba menjadi reporter, sementara hasil kegiatan mereka nantinya ditayangkan melalui kanal YouTube Berita Jakarta DKI Jakarta.
Kompleks Balai Kota juga dibuka untuk kegiatan komunitas. Ruang Pola di lantai dua, misalnya, dapat digunakan komunitas film untuk mengadakan pemutaran film dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Program ini turut menghadirkan kegiatan seni, budaya, kuliner, permainan tradisional, serta ruang interaksi warga melalui Community Playground dan Community Stage.
Marulina mengatakan penyelenggaraan Namu Balai Kota melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia, Abang None, organisasi perangkat daerah (OPD), dan sejumlah lembaga terkait.
"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.