Namu Balai Kota juga menyediakan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Warga dapat mengakses layanan pengurusan paspor dari imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, perizinan berusaha, serta pembukaan rekening Bank Jakarta.
Layanan lain yang tersedia meliputi perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, pemilahan sampah, hingga pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Namu Balai Kota digelar agar masyarakat dapat melihat langsung apa yang telah dikerjakan pemerintah daerah dan mengenal Balai Kota sebagai bagian dari sejarah Jakarta.
"Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano.
Ia menyebut kegiatan tersebut masih akan dievaluasi dan disempurnakan. Pemprov DKI juga berencana menyiapkan kalender kegiatan untuk menyambut usia Jakarta yang ke-500 tahun pada 2027.
Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.