NADIKABAR.COM — Sampah di Rest Area KM 164 Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, tak sekadar berakhir di tempat pembuangan. Sampah yang dihasilkan pengunjung kini dipilah dan diolah menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar.

Manager Rest Area KM 164 Tol Cipali, Taufik Nurohman mengatakan, pengelolaan sampah dilakukan dengan konsep mini circular economy. Sampah dipilah sejak dari sumbernya menjadi organik, anorganik, dan residu.

Sampah anorganik seperti botol plastik dan material bernilai ekonomi lainnya dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Sementara sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan budidaya maggot.

"Awalnya kita pilah dari sumbernya. Anorganik untuk pemberdayaan masyarakat, sedangkan organik untuk pakan maggot," kata Taufik kepada NadiKabar, Jumat (4/9/2026).

Pengelolaan sampah anorganik tersebut bahkan telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dua warga sekitar. Keduanya mendapat upah setara UMR Majalengka yang bersumber dari hasil penjualan sampah anorganik.

"Alhamdulillah bulan ini kita sudah bisa memberdayakan dua orang dari masyarakat setempat dan bisa untuk menggaji karyawan. Gajinya UMR Majalengka," ujarnya.

Menurut Taufik, sampah anorganik yang dikumpulkan rata-rata menghasilkan sekitar Rp1,5 juta per pekan. Pengelolaan sampah anorganik ini telah berjalan sejak Mei 2026.

"Sampahnya dijual ke pengepul. Rata-rata Rp1,5 juta per minggu," ucapnya.