Saat ini, bisnis PTK mencakup penyediaan dan operasional kapal penunjang, pengelolaan pelabuhan, layanan maritim, serta pangkalan logistik pesisir di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain menambah dan memperbarui armada, PTK juga mengembangkan penggunaan teknologi pada operasional kapal. Harris mengatakan digitalisasi telah diterapkan di berbagai fungsi kerja perusahaan.
"PTK menjaga kualitas layanan dengan peremajaan serta modernisasi aset-asetnya. Kemudian digitalisasi operasi, di mana saat ini PTK sudah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja. Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehinga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan," jelas Harris.
PTK juga mulai mengembangkan kapal dengan teknologi yang lebih rendah emisi. Salah satunya melalui Transko Rajawali, kapal tunda berbahan bakar ganda yang mulai digunakan sejak 2019.
Kapal tersebut menggunakan bahan bakar solar dan LNG. Penggunaan bahan bakar ganda menjadi salah satu langkah PTK dalam mengurangi emisi dari operasional kapal.