NADIKABAR.COM — Seorang wanita di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), merekayasa kehamilan hingga pemakaman bayi karena takut dicap tak bisa hamil mertua. Terungkap bahwa bungkusan kain kafan yang sempat dikuburkan warga ternyata bukan jasad bayi, melainkan bantal dan guling.

AR mengaku telah hamil selama kurang lebih 10 bulan. Dia kemudian mengabarkan kepada keluarga bahwa bayinya meninggal dunia saat proses persalinan.

Kecurigaan warga dan tokoh agama setempat muncul ketika prosesi pemakaman berlangsung. Warga kemudian meminta bungkusan yang telah dikafani tersebut dibuka sebelum dikuburkan.

Saat diperiksa, bungkusan tersebut ternyata berisi bantal dan guling berwarna merah muda, bukan jasad bayi seperti yang sebelumnya diceritakan.

Polres Bontang turut memfasilitasi pertemuan antara AR, DN, keluarga kedua belah pihak, serta perwakilan RS Yabis untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Masyarakat diimbau untuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," kata Kasi Humas Polres Bontang Dany Purwantoro, Senin (2/11/2026).

Dany mengungkapkan, berdasarkan hasil klarifikasi, peristiwa tersebut diakui sebagai rekayasa yang dilakukan oleh AR bersama suaminya berinisial DN. Pasangan suami istri (pasutri) itu sengaja membuat cerita kehamilan hingga kabar kematian bayi. Aksi tersebut dilakukan karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga maupun keluarga mertuanya.