"Anggarannya nanti dia akan ambil dari persentase berapa yang dihitung. Ada additional income-nya berapa dari situ, additional income ya. Kita akan coba 5 tahun ke depan. Kalau nggak ada tambahan income, saya berhentiin," imbuhnya.
Saat ini, rencana tersebut telah melalui tahapan uji coba di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, implementasinya akan diperluas secara bertahap hingga ratusan mesin tersebar dalam beberapa bulan ke depan.
"Kan itu mesinnya juga itu kan betul-betul custom, harus dibuat sendiri, itu perlu waktu. Sekarang sudah dicoba di Jawa Tengah satu ya. Nanti dalam waktu dekat diperluas. Karena kita dalam 6 bulan kalau nggak salah udah dapat berapa 100 mesin, 9 bulan tuh 240 mesin," terangnya.