NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan keberadaan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Dedi mengungkapkan sejak awal dirinya ikut memastikan persoalan izin dan kebutuhan air.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun itu kini menjadi sorotan karena kebutuhan airnya yang besar. Pusat data tersebut dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagian dari kawasan pengembangan seluas 11 hektare.

Fasilitas tahap awal memiliki kapasitas 120 megawatt (MW), dengan rencana pengembangan hingga 640 MW. Kebutuhan airnya disebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau 0,4 meter kubik per detik, setara sekitar 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter per hari.

Di tengah sorotan tersebut, Dedi menegaskan dirinya sejak awal tidak sekadar hadir dalam agenda seremonial pembangunan. Ia mengaku menerima rombongan pengusaha yang akan membangun pusat data tersebut sebelum kemudian memutuskan mengecek langsung kondisi proyek.

"Jadi waktu itu ada rombongan datang ke kantor Gubernur Jawa Barat waktu itu, dibawa oleh Pak Mulyadi, anggota DPR RI Komisi Keuangan dari Bogor. Kemudian Pak Mulyadi membawa rombongan pengusaha yang akan membangun data center," kata Dedi saat diwawancarai di Bandung, dilansir NadiKabar, Jumat (2/10/2026).