NADIKABAR.COM — Andrea Triboldi memasuki Huaqiangbei, kawasan yang dikenal sebagai pusat elektronik di Shenzhen, menenteng kertas daftar belanjaan lebih dari 20 produk, mencatat nomor model, harga, hingga lokasi kios.

Sebuah drone DJI untuk putranya yang baru berusia 11 tahun berada di urutan teratas daftar belanjaan turis asal Italia tersebut.

November mendatang, para pemimpin negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) akan berkumpul di Shenzhen untuk mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) tahunan forum ekonomi kawasan tersebut.

"Membangun Komunitas Asia-Pasifik Makmur Bersama" adalah tema KTT APEC tahun ini, sementara China mengidentifikasi keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sebagai tiga aspek prioritas dalam kerja-kerja APEC tahun ini.

Huaqiangbei, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pasar grosir produk elektronik terbesar di dunia, menjadi jendela untuk melihat bagaimana ketiga aspek prioritas tersebut diterjemahkan dalam realitas komersil.

Pasar yang ramai ini lama dikenal sebagai pusat grosir komponen elektronik dan berbagai gawai murah, tetapi kini komposisi barang yang dijual bergeser ke arah produk konsumen pintar yang semakin beragam, yang mencerminkan upaya kota ini dalam mendorong inovasi digital. Kemampuan untuk meluncurkan produk baru dengan cepat ini tumbuh berkat klaster industri yang terintegrasi dengan erat.

Dengan luas hanya 1,45 kilometer persegi, Huaqiangbei memiliki 35 pasar khusus dan lebih dari 115.000 pelaku usaha terdaftar, yang menyediakan lebih dari satu juta jenis suku cadang serta barang jadi. Para perancang, pemasok, bengkel pembuatan prototipe, dan eksportir beroperasi dalam jarak berdekatan. Kondisi ini menciptakan lingkungan di mana gagasan produk baru dikembangkan dengan cepat, dari tahap konsep hingga masuk ke pasar.

"Dulu, pembeli asing kebanyakan datang untuk membeli aksesori elektronik," kata Meng Hangfang, salah satu pendiri platform rantai pasokan lokal Zhipinku.