"Aksesori semacam itu belum banyak tersedia di Korsel, tetapi sangat mudah ditemukan di Shenzhen," katanya. "Anda bisa langsung merasakan manfaat yang diberikan oleh rantai industri informasi elektronik kota tersebut yang lengkap dan matang."

Konsumen luar negeri banyak memburu jam tangan pintar, headphone, konsol game, ponsel terjangkau, dan pengering rambut, serta sepeda listrik lipat dan koper pintar, kata pedagang Xiao Wenlong. Sekitar 70 persen hingga 80 persen pesanan yang diterimanya berasal dari luar negeri, terutama Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

"Dulu, lebih banyak pembeli grosir dalam jumlah besar," kata Xiao. "Kini, wisatawan asing sering menggabungkan liburan keluarga dengan kegiatan berbelanja." Dia menambahkan bahwa kebijakan pembebasan visa dan pengembalian pajak Tiongkok telah memudahkan pembeli perorangan untuk melintasi perbatasan, sehingga mendorong pertukaran perdagangan yang lebih luas dan terbuka.

Pada paruh pertama 2026, perdagangan Shenzhen dengan anggota APEC lainnya meningkat 33 persen (yoy) menjadi 1,98 triliun yuan. Nilai tersebut mencakup hampir 70 persen dari total perdagangan luar negeri kota itu.

Huaqiangbei menyambut sekitar 750.000 kunjungan setiap harinya, termasuk lebih dari 8.000 kunjungan dari pelaku bisnis luar negeri, ujar pejabat setempat Chen Jiongwen.

Janwick Hattingh, seorang warga Afrika Selatan yang tinggal di Hong Kong, menyempatkan diri untuk melakukan perjalanan selama sehari. Dia membeli power bank, memperbaiki MacBook miliknya dan jam tangan putrinya, lalu pulang menjelang sore.

"Anda bisa menemukan apa saja di sini," katanya. "Kalau Anda tidak bisa menemukannya di sini, berarti memang barang itu belum dibuat," ujar Hattingh melengkapi.