"Kini, robot pintar, perangkat AI yang dapat dikenakan, dan peralatan rumah tangga berukuran kecil sedang populer. Banyak pengunjung berdatangan tak lama setelah produk baru diluncurkan," ujar dia menambahkan.
Di kios-kios yang ada, para pelancong dari berbagai negara mencoba barang-barang baru yang dijajakan.
Seorang pengunjung dari Vietnam menjajal model pesawat yang dikendalikan dengan sensor, menarik perhatian pengunjung lain merekam video adegan tersebut.
Tak jauh dari sana, sekelompok pelancong Vietnam lainnya membeli alat pijat leher portabel. Nguyen Thi Hong Ngoc mengaku alat pijat seharga 150 yuan (sekira Rp408 ribu) itu mengungguli alternatif yang lebih mahal di negaranya, dan hampir semua rekan perjalanan Nguyen masing-masing membeli satu.
Data dari pihak berwenang subdistrik Huaqiangbei menunjukkan bahwa produk-produk yang berkaitan dengan AI mencapai 61 persen dari total produk elektronik di wilayah tersebut per Juli, naik dari 41 persen pada 2025.
Penjualan produk AI meningkat lebih dari 55 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam tujuh bulan pertama 2026. Penjualan kacamata AI meningkat dua kali lipat, sementara penjualan drone dan robot naik 60 hingga 70 persen.
Choi Minjee, seorang jurnalis dari surat kabar Kyunghyang Shinmun di Korea Selatan (Korsel) yang sebelumnya meliput industri teknologi, mengatakan bahwa dirinya terkejut melihat harga aksesori berteknologi AI yang murah di Huaqiangbei.