NADIKABAR.COM — Gisela Belicia Alma Thesalonica Puteri Indonesia Pendidikan 2026 menuturkan perlunya regulasi untuk menjaga anak dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat. Ini dia sampaikan dalam Konferensi Pers Update Implementasi PP Tunas, Rabu (7/10/2026), di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat.
Mewakili Puteri Indonesia dan generasi muda, Gisela mengapresiasi langkah Komdigi dengan PP Tunas sebagai salah satu pionir dalam pengimplementasian pembatasan. Dia mengaku sangat mendukung penuh dan meyakininya sebagai program yang dapat diimplementasikan cukup panjang.
"Butuh banyak waktu untuk bisa diterima karena setiap kebijakan tentu ada pro kontranya dan kami siap untuk bisa menjadi penyambung lidah karena saya yakin, apalagi anak muda sekarang butuh sosok yang dekat dengan mereka dan saya yakin saya bisa mengambil peran di sana bersama juga dengan teman-teman anak muda lainnya," katanya.
Gisela menyebut PP Tunas merupakan regulasi yang terus membutuhkan saran dan juga masukan dari banyak pihak. Sebab, perkembangan AI begitu cepat dan bukan tak mungkin pembatasan saja menjadi tidak cukup di masa depan.