Hubbard sebelumnya menjalani hukuman penjara hampir selama tujuh tahun di Rusia setelah dinyatakan bersalah melakukan aktivitas tentara bayaran dalam sebuah persidangan yang digelar tertutup.
Menurut media pemerintah Rusia, Hubbard telah mengaku bersalah atas tuduhan tersebut.
Namun pengacaranya yang berbasis di AS, Martin De Luca, mengatakan kepada Reuters bahwa kliennya mengakui kepadanya jika tuduhan itu tidak benar dan bahwa dia tidka terlibat dalam pertempuran atau unit militer mana pun.
Pada saat pembebasannya, Hubbard merupakan satu-satunya tahanan AS di Rusia yang ditetapkan oleh Washington sebagai orang yang "ditahan secara tidak sah".
Utusan AS Temui Putin untuk Bahas Gagasan Akhiri Perang Ukraina