Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menyoroti pentingnya memastikan setiap dukungan terhadap industri kreatif dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata. Menurutnya, penggunaan dana harus dipertimbangkan secara matang agar mampu mendorong perputaran ekonomi.
"Setiap sen yang saya keluarkan, saya harus pastikan ini bisa dipertanggungjawabkan. Apabila saya setuju untuk sebagai enabler, tapi setiap sen yang saya taruh, saya harus mikirin dong: ini bisa muterin ekonomi berapa banyak?" katanya.
Irene juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku industri kreatif di berbagai daerah mengakses kebutuhan produksi dan distribusi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengumpulkan kebutuhan pelaku industri agar lebih mudah dipenuhi.
"Jadi yang penting adalah kita harus establish ekosistemnya. Tadi dikatakan kalau misalnya di Kalimantan mau nge-print nge-print komik itu susah, sebenarnya kita perlu agregasi," pungkasnya.
Penguatan ekosistem kreatif tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, kreator, dan mitra bisnis agar potensi karya lokal dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.