NADIKABAR.COM — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan daratan baru yang muncul di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku, terbentuk dari material mud vulcano yang terdorong ke permukaan akibat aktivitas geologi.

Ketua Tim Geologi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Imam Catur Priambodo mengatakan kondisi geologi wilayah setempat memang memiliki material lumpur, gas, dan air dalam jumlah banyak.

"Mud volcano bukan berarti gunung api, tapi material mud atau lumpur yang muncul membentuk gundukan," ujar dia saat ditemui di sela sosialisasi penyebarluasan informasi mitigasi bencana geologi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, sebuah video viral yang memperlihatkan sebuah gundukan material daratan muncul dari dalam laut.

Daratan menyerupai pulau karang dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 30 meter tersebut muncul di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku, pada Senin (2/11) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Daratan baru itu muncul empat hari usai gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo terjadi di Laut Banda pada 29 Oktober 2026. Masyarakat setempat melaporkan daratan baru itu terdiri dari material batu, lumpur, dan sedimen pasir.