Imam menuturkan aktivitas gempa bisa mengganggu kondisi hidrostatik di bawah permukaan, sehingga material lumpur yang mengandung gas dan air terdorong naik ke permukaan.
Menurut dia, fenomena kemunculan lumpuran vulkanik merupakan hal yang lumrah terjadi di wilayah dengan kondisi geologi seperti di sekitar perairan Maluku tersebut.
PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan daratan baru tersebut sebagai tempat tinggal maupun lahan baru karena kondisi material belum stabil untuk menahan beban berat bangunan.
"Kalau didekati mungkin tidak ada masalah, tapi yang harus diperhatikan karena pulau karang itu kondisinya tidak stabil, jadi jangan dijadikan tempat tinggal atau jangan jadi lahan baru," imbau Imam.
Lebih lanjut dia menyampaikan fenomena serupa pernah terjadi di perairan Desa Teinaman, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Januari 2023. Pulau baru itu muncul usai gempa berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut.