Konsep pemeringkatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kuliner, tetapi dapat diterapkan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lainnya.

Ia menilai sistem klasifikasi juga dapat membantu wisatawan ketika mencari produk atau destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya informasi mengenai tingkat atau kualitas suatu produk, wisatawan dapat lebih mudah menentukan pilihan.

"Untuk memudahkan para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, supaya lebih mudah mencari apa yang diinginkan," ujar dia.

Selain mendukung wisatawan, pengembangan QRIS Star juga dinilai berpotensi memperkuat konektivitas produk ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar global.

Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat ekspor produk ekonomi kreatif pada 2025 sekitar 27 miliar dolar AS. Namun, angka tersebut menurut narasumber masih didominasi produk dalam bentuk barang yang dikirim melalui jalur laut maupun udara.