Artinya: Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Arab-latin: Wa iż nataqnal-jabala fauqahum ka`annahụ ẓullatuw wa ẓannū annahụ wāqi'um bihim, khużụ mā ātainākum biquwwatiw ważkurụ mā fīhi la'allakum tattaqụn

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa."

Arab-latin: Wa bussatil-jibālu bassā

Artinya: Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan datang sebelum banyaknya gempa bumi yang terjadi." (Sahih Bukhari kitab Al-Fitan)

Dalam hadits lain disebutkan, riwayat dari Salmah bin Nufail al-Sukuni beliau berkata:

"Tatkala kami duduk duduk bersama baginda Nabi Muhammad SAW...(lalu beliau menyebutkan hadits selengkapnya, yang antaranya ialah:

"Dan di hadapan hari kiamat akan terjadi peristiwa kematian massal di mana banyak fenomena 'kota mati' atau 'kota tanpa penghuni', lalu setelah itu banyak gempa bumi banyak terjadi selama beberapa tahun. " (Musnad Ahmad)

Ibnu Hajar berkata, "Peristiwa gempa bumi telah pun banyak terjadi di negeri negeri bagian utara, timur dan barat. Namun yang dimaksud 'banyaknya peristiwa gempa bumi' dalam hadits itu ialah gempa yang merata, dan berkesinambungan tiada henti." ( Kitab Fath Al-Bary)

Pendapat Ibnu Hajar dikukuhkan oleh sebuah hadits riwayat Abdullah bin Hawwalah ia berkata:

Rasulullah SAW meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku lalu bersabda:

"Hai Ibnu Hawwalah! Jika khilafah telah meluas ke tanah suci, maka mara petaka, bencana, gempa bumi dan peristiwa peristiwa besar telah dekat. Dan pada hari itu, kiamat telah mendekat, bahkan ia lebih dekat dari jarak tim redaksi kedua tanganku ini dan kepalamu." (Musnad Ahmad)