Faktor perubahan cuaca dan lingkungan diduga memicu maraknya penyakit infeksi pernapasan pada anak di wilayah Sukabumi belakangan ini.

"Pasien anak didominasi oleh infeksi radang paru-paru atau bronkopneumonia dengan gejala khas panas, sesak, dan batuk. Beberapa juga dibarengi campak," jelasnya.

Kepadatan di UGD kian tak terhindarkan akibat lambatnya perputaran tempat tidur (bed turnover) di ruang rawat inap. Pasien anak yang dirawat membutuhkan terapi antibiotik dan pemantauan minimal 3 hari sebelum diizinkan pulang.

Selain itu, ada pasien dewasa dengan penyakit berat seperti stroke yang membutuhkan masa perawatan cukup lama.

Total antrean pasien yang menunggu ruangan pagi ini meliputi 27 pasien anak, 10 pasien penyakit paru dewasa, 2 pasien penyakit dalam, dan 3 pasien bedah di luar pasien baru.