Akibat tempat tidur di UGD terisi penuh, petugas terpaksa menangani beberapa pasien di kursi agar terapi infus dan obat bisa segera masuk sembari menunggu giliran tempat tidur kosong.

"Tadi malam saya pantau langsung jam 10 malam. Saya instruksikan untuk meminimalisir penggunaan kursi karena pasien tidak bisa istirahat maksimal, tindakan pasang infus pun idealnya sambil telentang. Kami sudah gelar velbed cadangan, tapi jumlahnya terbatas," imbuhnya.

Pihak rumah sakit menegaskan tetap melayani seluruh warga dan tidak menolak pasien. Opsi rujukan ke fasilitas kesehatan lain sempat ditawarkan, namun rumah sakit lain di sekitar Sukabumi kondisinya rata-rata sama-sama penuh. Mayoritas keluarga pasien pun memilih bertahan menunggu di RSUD Sekarwangi.

Sebagai solusi darurat, pihak manajemen segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meminta bantuan fasilitas tempat tidur lipat (velbed).

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan keluarga pasien selama menunggu di UGD. Ke depan, kami berupaya meningkatkan kapasitas ruangan, khususnya perawatan anak, dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penambahan bantuan velbed," pungkasnya.