"Memang kita berasap tapi memang belum pada masuk atmosfer ke bawah. Semalam juga saya mendengar dari BMKG bahwa angin sudah tidak bertiup ke Jawa. Ini mengindikasikan akan terjadi penurunan," kata Rano di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (18/10).

Rano mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, asap karhutla belum masuk ke lapisan bawah atmosfer Jakarta. Namun, Pemprov DKI tetap mengantisipasi kemungkinan dampak asap terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah kembali melakukan penyemprotan water mist untuk membantu meredam polusi udara. Selain itu, Pemprov DKI tetap melakukan modifikasi cuaca.

"Kita akan melakukan water mist lagi, itu salah satu, bukan satu-satunya cara, minimal bisa meredam kabut polusi segala macam. Dan kita tetap melakukan modifikasi cuaca," ujarnya.

Di sisi lain, Rano menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meminta rumah sakit dan puskesmas bersiap mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Pak Gubernur sudah memerintahkan minimal kita mengantisipasi, semua rumah sakit, puskesmas harus siap kalau memang terjadi ISPA segala macam," tuturnya.