Kegiatan ini menjadi perpaduan antara seni, tradisi lokal, dan penghormatan terhadap leluhur. Suasananya pun lebih menonjolkan warna, kebersamaan, dan nilai budaya daripada unsur menyeramkan.
6. Filipina: Undas dan kunjungan ke makam keluarga
Di Filipina, masyarakat mengenal tradisi Undas, yaitu periode untuk mengenang dan menghormati anggota keluarga yang telah meninggal, terutama pada 1 November atau Hari Semua Orang Kudus dan 2 November atau Hari Semua Jiwa.
Banyak keluarga mendatangi pemakaman untuk membersihkan makam, membawa bunga, menyalakan lilin, dan berdoa bagi orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia.
Sebagian keluarga juga menghabiskan waktu bersama di area pemakaman sambil berbincang dan mengenang anggota keluarga mereka.
Walaupun waktunya berdekatan dengan Halloween, Undas memiliki latar belakang keagamaan dan budaya yang berbeda. Tradisi ini lebih berfokus pada penghormatan terhadap orang yang telah meninggal daripada pesta kostum atau kegiatan meminta permen.
7. Skotlandia: Tradisi guising dan cerita rakyat
Skotlandia memiliki tradisi Halloween yang dikenal sebagai guising, yaitu kebiasaan anak-anak mengenakan kostum dan mengunjungi rumah warga untuk mendapatkan hadiah atau makanan ringan.
Dalam bentuk tradisionalnya, anak-anak tidak hanya meminta hadiah, tetapi juga melakukan sesuatu sebagai imbalan, misalnya menyampaikan lelucon, menyanyikan lagu, atau menunjukkan keterampilan sederhana.
Kebiasaan ini memiliki kemiripan dengan trick or treat yang populer di Amerika Serikat, tetapi menampilkan unsur pertunjukan sebagai bagian dari interaksi.
Skotlandia juga memiliki cerita rakyat tentang makhluk gaib dan permainan tradisional yang berkaitan dengan Halloween. Sejumlah kebiasaan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan ini tidak hanya berkembang melalui kostum, tetapi juga melalui cerita dan aktivitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tradisi yang berbeda, tetapi sama-sama mempererat kebersamaan
Ragam tradisi Halloween dan perayaan yang berlangsung di sekitar awal November menunjukkan bahwa setiap negara memiliki cara tersendiri dalam memaknai pergantian musim, mengenang orang yang telah meninggal, atau sekadar menikmati kegiatan bersama.
Amerika Serikat menonjolkan trick or treat dan pesta kostum, Irlandia mempertahankan sejumlah tradisi yang berkaitan dengan Samhain, sedangkan Meksiko dan Filipina memiliki perayaan khusus untuk mengenang orang-orang terkasih.
Di Jepang, Halloween berkembang menjadi ajang kreativitas melalui kostum, sementara Guatemala memperlihatkan penghormatan terhadap leluhur melalui seni layang-layang raksasa.
Dengan demikian, Halloween dan perayaan yang berdekatan dengannya tidak melulu soal kostum seram atau suasana horor. Di balik beragam bentuk perayaannya, terdapat nilai budaya, kreativitas, kenangan, dan kebersamaan yang membuat tradisi tersebut tetap bertahan hingga sekarang.