"Kan pertamanya beli pas dibeli kan masih merah. Digosok lagi pakai gula, terus dibakar lagi. Ini kan pakai gula matang jari biar matang menyerap. Gula merah tuh ditembuskan ke dalam. Buat saat dipakai itu cita rasanya jadi lebih sedap dan meresap, kan tahu gejrot pakai gula merah juga," tutur Asim.

Keaslian rasa itu kian terjaga karena Asim mengharamkan penggunaan bahan pengawet kimia. Kuah cokelat yang menggoda selera itu murni hasil perpaduan gula merah cair, bawang putih, bawang merah, garam, asam jawa, dan cabai. Hasilnya adalah sensasi manis, pedas, dan gurih yang menyatu dalam tekstur tahu yang kenyal.

Di balik setiap ulekan bumbu dan peluh yang menetes, ada kebahagiaan sederhana yang dirasakan Asim. Dari hasil berjualan tahu gejrot inilah, ia berhasil membesarkan ketiga buah hatinya.

"Alhamdulillah. Semuanya tamat SMA dan sudah kerja semua. Tapi Yang bungsu mau lanjut dikuliahkan katanya," pungkas Asim dengan nada syukur.