Dr Thea Hincks dari University of Southampton menambahkan bahwa model penelitian mereka mampu menggambarkan dengan detail terbentuknya dataran tinggi, tebing pesisir, hingga pegunungan di Antartika yang menjadi titik awal lahirnya Lapisan Es Antartika Timur.
Temuan ini menjadi sangat penting karena membuktikan bahwa sejarah lapisan es tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang terjadi di atmosfer. Apa yang bergejolak jauh di bawah permukaan Bumi ternyata punya peran vital dalam menentukan kapan dan di mana es akan terbentuk.
Namun perlu dicatat, proses geologi ini berlangsung sangat lambat selama puluhan hingga ratusan juta tahun. Hal ini sangat kontras dengan perubahan iklim era modern yang terjadi sangat cepat hanya dalam hitungan abad akibat aktivitas manusia.
Keberadaan pegunungan di bawah es bukan berarti Antartika kebal terhadap pemanasan global. Justru, penelitian ini menunjukkan betapa rumitnya sistem Bumi, di mana kondisi es dipengaruhi oleh kolaborasi tim redaksi atmosfer, lautan, topografi, hingga proses di dalam perut planet.
Gunung-gunung yang membantu menciptakan dunia es Antartika itu masih berdiri kokoh di sana. Hanya saja, sebagian besar kini tersembunyi di balik selimut es raksasa yang terbentuk dari proses geologi panjang, jauh sebelum peradaban manusia dimulai.
Artikel ini sudah tayang di NadiKabar, baca selengkapnya di sini.