NADIKABAR.COM — Tahu keindahan kaca patri di gereja Sainte Chapelle di Prancis dan Masjid Nasir Al-Mulk di Iran? Nah, teknologi rahasia di balik keindahan kaca patri itu kini dikembangkan BRIN buat sensor pencemaran. Begini nih penjelasannya!

Interaksi unik logam berukuran nano dengan cahaya yang dikenal dalam seni kaca kini dimanfaatkan tim ITS - BRIN - UI untuk mengembangkan sensor molekul fleksibel.

Masjid Nasir Al-Mulk (selesai dibangun tahun 1888) yang terletak di kota Shiraz, Iran terkenal akan keindahan kaca-kacanya yang berwarna-warni. Pancaran sinar matahari yang menembus kaca-kacanya mewarnai karpet Persia dan sudut-sudut ruangan memukau siapapun yang mengunjungi masjid ini.

Tidak banyak yang tahu rahasia dari kaca dekoratif bersejarah yang berwarna hidup ini adalah partikel-partikel logam seperti emas, perak dan kromium berukuran nanometer (nanopartikel) yang ditambatkan ke dalam gelas kaca.

Satu nanometer sama dengan sepersejuta milimeter. Sebagai perbandingan, satu nanometer itu sama dengan ketebalan helai rambut manusia yang dibelah 10.000 kali!

Ketika logam diperkecil menjadi ukuran nanometer, sifat kimia dan fisikanya menjadi jauh berubah dibandingkan ketika ia berukuran makroskopis. Contohnya, logam emas berwarna kuning berkilau, tetapi pada ukuran nanometer, warnanya pun bisa berubah menjadi merah bahkan biru! Inilah yang menjadi kunci pewarna kaca Masjid Nasir Al-Mulk.

Selain memberikan warna yang terang dibanding cat konvensional, teknik pewarnaan menggunakan partikel logam juga jauh lebih awet. Gereja Sainte Chapelle di Paris yang selesai dibangun tahun 1248, hingga saat ini kacanya masih berwana kilau tanpa cat ulang 700 tahun kemudian! Cat biasa tidak akan mampu bertahan di bawah terpaan sinar matahari selama ratusan tahun.