Di Indonesia, tim lintas institusi yang melibatkan Pusat Riset Fotonika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Departemen Teknik Material & Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Departemen Fisika Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini menerbitkan penelitian tentang substrat sensor fleksibel berbasis fiberglass yang didekorasi nanopartikel perak.
Artikel tersebut terbit di Biochemical Engineering Journal bulan Agustus 2026 dengan penulis pertama mahasiswa S2, Ismawati Putri. Sensor ini memanfaatkan sinergi dari dua efek fisika: efek hamburan Raman dari molekul pencemar dan sifat unik nanopartikel plasmonik yang mengkonsentrasikan cahaya di sekitar permukaanya.
Ketika molekul pencemar menempel pada permukaan nanopartikel, cahaya yang dikonsenstrasikan oleh nanopartikel diserap dan dihamburkan oleh molekul tersebut dengan intensitas tinggi, menungkinkan deteksi dengan sensitifitas tinggi. Menariknya, sensor ini difabrikasi dengan sederhana menggunakan microwave di dapur.
Sangat menarik, sensor ini dapat mendeteksi sidik jari banyak molekul pencemar dengan sekali ukur. Substrat yang fleksibel memungkinkan sensor ini diusap untuk mendeteksi pencemar pestisida pada permukaan sayur dan buah. Teknologi ini punya potensi besar, salah satunya untuk menjamin keamanan pangan dengan biaya murah.
Nanopartikel plasmonik, dulunya dipuja karena keindahannya pada berbagai karya seni termasuk gelas-gelas indah yang menghiasi masjid-masjid dan gereja-gereja klasik. Kini, dengan pemahaman sains modern yang jauh lebih maju, nanopartikel plasmonik menjadi kunci teknologi masa kini dan masa depan.
Peneliti Senior di Pusat Riset Fotonik BRIN