Eddy menjelaskan alasan di balik kebijakan tidak mengeluarkan undangan resmi tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kesepakatan tim redaksi Ketua LDA GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng dengan Kementerian Kebudayaan.
"Kita menghormati kesepakatan tim redaksi Gusti Moeng dengan pemerintah untuk menyelesaikan urusan adat terlebih dahulu," tuturnya.
Ditanya mengenai kehadiran KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Eddy mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak datang. Ia mengaku sudah memberikan surat resmi ke Tedjowulan.
"Gusti Tedjowulan kita komunikasikan, cuma kan beliau itu tugasnya juga cukup banyak. Kita sudah mengasih surat resmi untuk beliau bisa paringi mangestu," ungkapnya.
Meski tidak hadir, ia menyebut tidak mengurangi keabsahan upacara adat Jumenengan. Apalagi, di acara tersebut sudah hadir paman Paku Buwono XIV Mangkubumi, yakni KGPA Madukusumonegoro.
"Kehadiran maupun tidak hadirnya beliau tidak mengurangi keabsahan acara, karena juga ada paman sepuh beliau, yaitu K.G.P.A. Madukusumonegoro, yang tadi kalau teman-teman memperhatikan memasangkan bros di Siti Hinggil," jelasnya.