NADIKABAR.COM — Pasar perkantoran Singapura mengetat seiring ekspansi para raksasa AI ke negara itu. Harga sewa pun meroket, terlebih ada perkiraan minimnya pasokan ruang kantor baru hingga tahun 2027.

OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan berbagai perusahaan AI yang tumbuh pesat lain telah mendirikan atau memperluas operasional di negara kota tersebut. Itu sejalan dengan ambisi Singapura menjadi pusat kecerdasan buatan (AI) global.

Ekspansi ini menambah lonjakan permintaan pada pasar perkantoran premium yang sudah sangat terbatas. Tingkat kekosongan unit perkantoran yang paling banyak dicari di Singapura itu, khususnya properti di pusat kota dengan konektivitas dan keamanan tinggi, turun jadi 3,1%. Angka ini terendah dalam 13 tahun terakhir, menurut konsultan real estat Savills.

Menurut Financial Times, harga sewa di pusat kota bisa melonjak hingga 10% tahun depan akibat ketatnya persaingan perusahaan memperebutkan ruang yang terbatas.

OpenAI menjadi salah satu yang paling agresif di Singapura. Pengembang ChatGPT tersebut dikabarkan tengah bernegosiasi untuk menyewa sekitar 9.000 meter persegi yang mencakup lima lantai di sebuah bangunan pusat kota yang baru direnovasi.