Memasuki 10 hari kedua, konsumen berada dalam Momen Bersosialisasi dan Berbelanja. Perhatian beralih ke kegiatan buka puasa bersama serta persiapan kebutuhan keluarga dan Idulfitri.

Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, sedangkan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%. Sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan juga masih memilih datang langsung ke toko fisik.

Data tersebut menegaskan pentingnya kampanye yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke gerai fisik. Dengan demikian, brand dapat menjangkau konsumen ketika mereka mencari dan membeli kebutuhan Ramadan.

Pada 10 hari terakhir, konsumen memasuki Momen Mudik dan Berkumpul. Kebutuhan mereka bergeser ke persiapan perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga.

Akses terhadap aplikasi perjalanan meningkat 32%, sementara 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan. Bagi brand, fase ini menghadirkan peluang untuk menjangkau konsumen melalui informasi dan penawaran yang relevan di sepanjang perjalanan.

Ketiga fase tersebut menunjukkan pentingnya menyesuaikan strategi kampanye dengan kebutuhan konsumen. Agency, advertiser, dan brand dapat menentukan pesan, kanal, serta waktu tayang yang sesuai untuk setiap fase, bukan sekadar menambah jumlah iklan. Dengan begitu, kampanye diharapkan lebih tepat sasaran dan efisien.